Bakti Seorang Anak
Bakti Seorang Anak Lelapku tak begitu lama, jam dinding yang tergantung di tiang tengah rumah menunjuk pukul 02.00. dahagaku berteriak, kuambil segelas air di ruang tengah. Lampu tak menyala, aku tangkap bayang seseorang duduk di di ruang salat. Suaranya halus; merdu. Merapal doa-doa penerang pusara. “ Ya Allah, ampuni dosa bapak dan ibuku Terangkan jalannya, perluas kuburannya, jaminlah surganya. amin” Aku kembali ke kamar, Merebahkan diri dan membuka ingatan. Tentang kakek dan nenek yang telah berpulang, takkan kembali ke pelukan. Lalu di setiap bangun dini hariku, Aku masih melihat seseorang yang sama; doa-doa yang sama. 2017